Subhanallah alam dihampar,
alhamdulillah cipta kehidupan,
la ilaha illa allah selain-Nya terkalahkan,
allahu akbar seru sekalian alam.
Kalimat
kembali teruntai dari seongok makhluk tiada tulang, yang terilhami oleh
motor penggerak dan di- gerakkan ketika para insan berpikir mendalam. Hal yang sudah
pasti dalam setiap kehidupan. Kembali jemari ini kugerakkan untuk
merunut para abjad yang terketik, ketika imaji bermunculan dan hinggapi
kepalaku dengan berjuta warna, warna warna kehidupan tiap insan.
Tiada
lain kuungkapkan hal-hal yang terus menggelitik naluri, untuk sebuah
pengkajian akan makna sebuah kehidupan. Tertuntun oleh jari yang terus
menari di atas lempeng abjad sebuah alat peradaban maju, aku terus
merangkai para abjad untuk ikut menari bersama para jemari, dalam sajak
yang tertuang dari sebuah imaji.
Mungkin untaian ini
terlalu bertele-tele bagi kalian semua. Ya begitulah, dan bahkan mungkin kalian
akan menyematkan pangkat pada baju kebesaranku tidak lulus SD. Karena
mungkin dalam semua persangkaan, kalian merasa kalianlah profesor bidang
bahasa sebab cercaan yang telah kalian ungkapkan kala penyematan
pangkat yang sangat 'mulia' dari kalian.
Akupun sama
malasnya, untuk bertele-tele dalam hal yang tiada jelas ini. Mungkin,
sekaranglah aku ingin sampaikan yang sedari tadi bak memaksa ingin segera
dikeluarkan dari otakku.
CINTA atau C.I.N.T.A yang
pernah kudengar dalam sebuah syair lagu di negeriku. Sepertinya, bagi para
hawa adalah hal yang EMANG SESUATU YAH! (kata mereka). Aku pun
terhenyak dengan rasa heran mengerubungiku. Ketika hal yang kukatakan di awal
paragraph yang kalian anggap bertele-tele ini, adalah hal yang menurut
kalian paling indah di dunia. Sampai, terlontar ungkapan dari mulut kalian 'Dunia ini Hanya Milik Kita Berdua'. Kalian pikir, selain kalian cuma terikat
kontrak dan menyewa sehingga kalian bisa berbuat suka-suka gue dalam
istilah kalian, dan kalian diwaktu yang bersamaan tengah dibuai CINTA?
Kalian pasti akan kembali memberi penyematan
sebuah pangkat lagi untukku 'anak kecil yang tak paham CINTA". Beriring
pula hahahihi dari mulut kalian yang terdengar melecehkan dan
mengucilkanku. Terkadang, terlalu muak aku melihat segala sesuatu yang
berhubungan dengan sesuatu bernama C.I.N.T.A itu. Mungkinkah jiwa ini
terganggu atau tergelitik sesuatu yang membuat diri menjadi mati rasa? Hahahahaha... Terkadang aku ingin tertawa lepas melihat parodi terjun dari gedung yang
tiada terkira tingginya, atau menikmati manisnya baygon cair, atau
terbang diantara lantai dan atap rumah dengan tali melata di leher
membentuk simpul yang indah. semua hanya karena gagal mendapatkan satu
buah yang indah menurut mereka, C.I.N.T.A. Yah, silakan saja kalian
menikmati 'indah' nya sesuatu yang kalian sebut C.I.N.T.A itu, dan
ber'bahagia'lah dengan semua itu.
Tak hanya itu,
sekedar untuk ungkapkan simpati saja, kata surga kau umbar disetiap waktu. Bahkan, setiap
tempat dan setiap saat. Menjengahkan memang pada yang kalian buat itu. Aku
pun kadang hampir tak segan, bila ingin menuang serbuk benci dalam
patahan kata yang kalian bilang bertele-tele.
Kalian
pasti akan menyematkan penghargaan lagi padaku, mati rasa sambil
mengucapkan indahnya makian dari para makhluk tak bertulang kalian, yang
sepertinya pedang pun kalah saing. Begitukah kalian memaknai kalimat
C.I.N.T.A yang selalu kalian banggakan? Ini kusampaikan dengan kutuang sedikit bubuk
muak dan larutan kesal.
No comments:
Post a Comment