Friday, July 12, 2013

Dimana Letak Bahagia Anda?

0 comments
Bismillah alam semesta, mungkin minggu-minggu ini penulis akan posting tentang kalimat motivasi dari kak Anne Ahira, seorang motivator serta tutor dalam hal internet marketing. Silakan menikmati sajian motivasi dari kak Anne
--------------------------------------
Dimana Letak Bahagia Anda?

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia" 
-- Robert G. Ingersoll

Sobat sekalian, apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan sobat sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan harta? ....atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah sobat sekalian dapatkan, apakah bisa dipastikan bahwa sobat sekalian *akan* bahagia?

Hari ini saya akan mengajak sobat sekalian untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya satu persatu :
=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
=> Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.
=> Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.
=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
=> Arthur Cutton, pemilik pabrik terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.
=> Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang.

Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bisa mencari kebahagiaan?

Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana... karena ia ada  di hati setiap manusia.
Carilah kebahagiaan dalam hatimu! Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu! Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...

Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bisa mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa sobat sekalian lakukan:

1. Mulailah Berbagi!
    Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.
2. Bebaskan hati dari rasa benci serta segala kekhawatiran.
    Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.
3. Murahlah dalam memaafkan!
    Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak"Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".
    Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)
4. Lakukan sesuatu yang bermakna.
    Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Muhammad gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain.
    Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan Muhammad akan bertambah dan terus bertambah.
5. Dan yang terakhir, sobat sekalian jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti sobat sekalian akan kecewa!

Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.

Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala 'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu sobat sekalian inginkan. ^_^

Sampai bertemu minggu depan! :-)

-------------------------------------------
PT. Asian Brain Internet Marketing Center
Jl. Bojong Sereh No. 668 Bandung 40376
Jawa Barat - INDONESIA

Tlp. (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999
Fax (022) 5947-999

Sunday, March 25, 2012

Engkau Seperti Yahudi Secara Tak Langsung

0 comments
Bismillah alam semesta, kembali terketuk hati untuk melangkahkan jari di atas hamparan papan berabjad. Menghimpun para huruf  untuk berkumpul dalam rangkaian yang elok untuk dirunut. Ah, ternyata terkadang seperti yang dikata senior, "menulis itu sulit, tapi kalao sudah terbiasa dan terlatih." layaknya seorang  Ibu Helvy Tiana Rosa yang menganggap menulis itu berjuang seperti yang dipesankan I Gusti Ngurah Putu Wijaya kepadanya.

Waduh, kok ngomongnya jadi kemana-mana ya? Ya sudah, daripada nanti ngomong apa nyasar kemana, kita balik lagi ke pembahasan kita sebelumnya, okeh? Jadi gini saudaraku semua, lagi-lagi mengangkat masalah facebook. Kenapa ya kok facebook terus yang jadi masalah? Ya bukan masalah sih, cuma pemakaiannya saja yang keseringan kurang tepat, apalagi yang bilang kalo dia seorang muslim.

Coba kita lihat kepada saudara sesama muslim kita, terkadang mereka lebih suka mengeluh di dinding facebook atau yang lebih sering kita kenal sebagai wall. Nah, di wall tersebut, mereka mengeluhkan hal-hal yang kalo dilihat sih ga seberapa berat, contohnya? Wah banyak banget kalau disebut satu persatu, kayak perutnya mules lah, batere hp abis atau nge-drop lah, sampai GALAU-pun kena sebut juga (malahan jadi trend setting 2011 hehehe).

Nah, kalau yang mengherankan, banyak dari mereka yang sampai menganggap kalau facebook satu-satunya tempat buat curhat, dan menumpahkan apa yang terlintas di otak para penggunanya. Kalau penulis bilang, ya istilahnya yang "halus" seperti Allah Kemana Ya? Sama Facebook Kayaknya Lebih Bagusan Facebook. Hati Plong Dah Abis Nulis Status. Penulis hanya bisa berucap Na'udzubillah tsumma na'udzubillah.

Sekarang kalau masalah waktu, menurut pengamatan penulis (sok pengamat banget yah hehehe), terutama teman-teman penulis serta penulis sendiri (ngaku juga ga apa-apa kan?). Banyak dari mereka yang tersita waktunya di depan perangkat layar yang berisi papan tulisan dan terkadang menyuarakan alunan musik. apalagi, kalo sudah yang namanya chat, trus topik yang diobrolin asyik. Kayaknya dan sepertinya, sejam ataupun lebih serasa masih kurang. Apalagi, yang cowok chatnya sama lawan jenis (nah lo, ketahuan hehehe) dan yang dibicarain ga karuan, waduh jadi ga karuan deh ke depannya. penulis hanya bisa berucap lagi Na'udzubillah.

Ngebahas lagi masalah curhat di wall facebook, kalau penulis bilang seakan mereeka sedang meratap di tembok ratapan. Mau diakui atau tidak ya terserah, kalau dihubungkan ke penemu facebook sendiri dan kita juga sudah tahu kalau dia (Mark Zuckerberg) adalah seorang Yahudi (taat atau ga kan bukan urusan penulis, soalnya kenal aja ga sih apalagi salaman). Nah, kalau kita sampai ngeluh-ngeluh di wall facebook, kita sama saja seperti sedang meratap di depan tembok ratapan, tembok itu ada di dekat tempat Sang Kekasih Alam bersiap menemui Sang Pemilik Semesta dalam perjalanan yang hanya jadi bahan olok bagi yang tiada percaya padanya.

Yang lain dalam masalah ngeluh ke facebook, seolah-olah kita (pengguna facebook) berubah menjadi seorang anak manja, cengeng, sampai seperti  kurang perhatian dari orang tua. Nah, jadilah facebook media pelarian untuk mendapatkan perhatian daripada para manusia (ya, ini semua hasil pemikiran penulis sendiri). 

Sangat disayangkan memang, jikalau mercusuar kepala sudah mulai kehabisan voltase. Seolah ingin segera diistirahatkan. Penulis pun tiada kuasa menahan, hanya untaian terucap good midnight and have a nice day for Indonesian. Kita sambung masalah yang lain di lain kesempatan, yaitu ketika tangan siap untuk menekan jajaran papan abjad


Lewat tengah malam di negeri Musa


   

Wednesday, February 22, 2012

Kenapa Sih Nolak FPI?

0 comments
Bismillah ahad rabbi, kata yang meluncur dari makhluk tiada bertulang. Inilah yang biasa mengiringi jemari memulai tariannya. Kata ini, kata yang takkan bisa lepas dari seorang yang mengaku mempunyai kekasih yang bernama Muhammad SAW, kekasih seluruh alam dan seorang utusan akhir dari semua utusan.

pembaca yang budiman, akhir-akhir ini di bumi pertiwi tercinta kita Indonesia, banyak banget berita- berita yang mengangkat kabar tentang sebuah ormas (organisasi massa) yang bernama FPI (Front Pembela Islam). Sejujurnya kalau penulis sendiri, hanya bisa mengikuti lewat media facebook saja (maklum, masih muda ya sering buka facebook hehehe).

Nah, dari sini kita mau membahas yang aslinya sih sudah sering dibahas di berbagai media massa ataupun jejaring sosial, kalau FPI ditolak di sebagian daerah di Indonesia. Yang jadi pertanyaan sih simple aja dah (maaf kalau bahasanya ada yang gaul) 'Kenapa Sih Nolak FPI?' Memang sih, kalau dilihat dari segi pertanyaan simple banget. Tapi pembaca sekalian, dari pertanyaan yang simple tadi kita juga tidak boleh menjawab pula dengan simple dan enteng, apalagi menjawab seenaknya aja atau terserah kita.

Dalam menjawab pertanyaan di atas tadi, perlu pertimbangan dan dipikirkan dengan otak yang bersih dari kefanatikan kepada golongan. Karena pada dasarnya, pemberitaan di media massa banyak yang ditumpangi oleh kepentingan sebuah golongan, bahkan lebih dari sebuah. Apalagi kalau golongan yang tidak suka pada FPI, bisa-bisa pemberitaan yang disampaikan hanya menampilkan yang buruk, sehingga menimbulkan kesan buruk pada khalayak.

Penulis juga mengamati di media internet, bahwasannya polling suara facebookers lebih memilih Indonesia bebas JIL (Jaringan Islam Liberal/Jaringan Iblis Laknatullah) daripada bebas dari FPI. Karena pada saat ini, yang paling mendominasi di Indonesia masalah pemikiran adalah JIL itu sendiri, atau bisa dikatakan musuh dalam selimut. Tetapi yang jadi pertanyaan, kenapa mereka hanya didiamkan saja?


Sedangkan FPI, sebelum mereka melakukan sebuah tindakan yang dikatakan oleh media sebagai anarkis, mereka mendahuluinya dengan negosiasi dengan pemerintah setempat dan membicarakannya dengan cara yang baik. Tetapi, hal seperti inilah yang luput dari sorotan lensa, dan yang tersorot adalah hanya ketika mereka melakukan perusakan.


Coba para pembaca yang budiman buka situs ini dan baca baik baik, http://muslimdaily.net/opini/opini-17/saya-seorang-kristiani-yang-mendukung-fpi. html. Nah, bukankah sebuah kebodohan yang nyata kalau Indonesia yang notabene komunitas Muslimnya terbesar sedunia, menolak untuk memerangi sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agamanya. Atau mungkin, kebanyakan mendukung kemunkaran tersebut? Na'udzubillah, Wallahu a'lamu bishshawab.





Tuesday, February 7, 2012

Makna Cinta Dalam Sajakku

0 comments
Subhanallah alam dihampar,
alhamdulillah cipta kehidupan,
la ilaha illa allah selain-Nya terkalahkan,
allahu akbar seru sekalian alam.

Kalimat kembali teruntai dari seongok makhluk tiada tulang, yang terilhami oleh motor penggerak dan di- gerakkan ketika para insan berpikir mendalam. Hal yang sudah pasti dalam setiap kehidupan.  Kembali jemari ini kugerakkan untuk merunut para abjad yang terketik, ketika imaji bermunculan dan hinggapi kepalaku dengan berjuta warna, warna warna kehidupan tiap insan.

Tiada lain kuungkapkan hal-hal yang terus menggelitik naluri, untuk sebuah pengkajian akan makna sebuah kehidupan. Tertuntun oleh jari yang terus menari di atas lempeng abjad sebuah alat peradaban maju, aku terus merangkai para abjad untuk ikut menari bersama para jemari, dalam sajak yang tertuang dari sebuah imaji.

Mungkin untaian ini terlalu bertele-tele bagi kalian semua. Ya begitulah, dan bahkan mungkin kalian akan menyematkan pangkat pada baju kebesaranku tidak lulus SD. Karena mungkin dalam semua persangkaan, kalian merasa kalianlah profesor bidang bahasa sebab cercaan yang telah kalian ungkapkan kala penyematan  pangkat yang sangat 'mulia' dari kalian.

Akupun sama malasnya, untuk bertele-tele dalam hal yang tiada jelas ini. Mungkin, sekaranglah aku ingin sampaikan yang sedari tadi bak memaksa ingin segera dikeluarkan dari otakku.

CINTA atau C.I.N.T.A yang pernah kudengar dalam sebuah syair lagu di negeriku. Sepertinya, bagi para hawa adalah hal yang EMANG SESUATU YAH! (kata mereka). Aku pun terhenyak dengan rasa heran mengerubungiku. Ketika hal yang kukatakan di awal paragraph yang kalian anggap bertele-tele ini, adalah hal yang menurut kalian paling indah di dunia. Sampai, terlontar ungkapan dari mulut kalian 'Dunia ini Hanya Milik Kita Berdua'. Kalian pikir, selain kalian cuma terikat kontrak dan menyewa sehingga kalian bisa berbuat suka-suka gue dalam istilah kalian, dan kalian diwaktu yang bersamaan tengah dibuai CINTA?

Kalian pasti akan kembali memberi penyematan sebuah pangkat lagi untukku 'anak kecil yang tak paham CINTA". Beriring pula hahahihi dari mulut kalian yang terdengar melecehkan dan mengucilkanku. Terkadang, terlalu muak aku melihat segala sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu bernama C.I.N.T.A itu. Mungkinkah jiwa ini terganggu atau tergelitik sesuatu yang membuat diri menjadi mati rasa? Hahahahaha... Terkadang aku ingin tertawa lepas melihat parodi terjun dari gedung yang tiada terkira tingginya, atau menikmati manisnya baygon cair, atau terbang diantara lantai dan atap rumah dengan tali melata di leher membentuk simpul yang indah. semua hanya karena gagal mendapatkan satu buah yang indah menurut mereka, C.I.N.T.A. Yah, silakan saja kalian menikmati 'indah' nya sesuatu yang kalian sebut C.I.N.T.A itu, dan ber'bahagia'lah dengan semua itu.

Tak hanya itu, sekedar untuk ungkapkan simpati saja, kata surga kau umbar disetiap waktu. Bahkan, setiap tempat dan setiap saat. Menjengahkan memang pada yang kalian buat itu. Aku pun kadang hampir tak segan, bila ingin menuang serbuk benci dalam patahan kata yang kalian bilang bertele-tele.

Kalian pasti akan menyematkan penghargaan lagi padaku, mati rasa sambil mengucapkan indahnya makian dari para makhluk tak bertulang kalian, yang sepertinya pedang pun kalah saing. Begitukah kalian memaknai kalimat C.I.N.T.A yang selalu kalian banggakan? Ini kusampaikan dengan kutuang sedikit bubuk muak dan larutan kesal.

Saturday, February 4, 2012

Kenapa Harus Galau?

0 comments
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Kalimat yang ingin penulis ucapkan untuk mengawali tiap untai kata yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca yang budiman sekalian, dan tak lain pula adalah do'a keselamatan bagi kalian (khususnya yang beragama Islam saja).

Kita semua mungkin kenal dengan sesuatu yang bernama 'GALAU' kan? Sesuatu yang sepertinya jadi trend setting pada tahun kemarin atau tahun 2011 (jangan-jangan tahun kemarin jadi tahun ter-GALAU hehehe). Coba kita lihat di facebook atau di twitter (kalo penulis lebih sering buka facebook daripada twitter. maklum, masih agak bingung hehehe), banyak banget orang orang yang menulis di statusnya dengan sebuah kalimat "pamungkas" yaitu 'GALAU'.

Kalau dipikir-pikir, kenapa ya kok mereka pada merasakan "demam" kalimat 'GALAU'? jawaban dari pertanyaan barusan banyak banget kalo dibilang, bahkan malah bervariasi. Dari yang putus dari pacarnya lah, jomblo kelamaan lah, nunggu SMS dibales lah, sampe bantal gulingnya dipake sama adiknya mungkin, dan dia ngga bisa tidur sampe paginya (cinta amat ya sama bantal guling, cuma gitu aja sampe ga bisa tidur hehehe). Ya kalau penulis bilang, faktor-faktor yang membuat orang menjadi galau adalah semuanya yang bersifat sepele. Dan juga, yang termakan trend GALAU kebanyakan para remaja yang biasanya masih labil psikologisnya, dan juga masih dalam pencarian jati diri.

gara-gara galau mungkin loncat ke laut kali ya?
Mau tidak mau, harus diakui kalau kebanyakan remaja di negeri tercinta Indonesia, secara tidak langsung adalah generasi muda yang lemah dan manja. Buktinya? ya coba kita perhatikan, dari hal hal yang mereka keluhkan tadi, apakah ada yang sifatnya penting? semuanya hanya bersifat sepele, kita ambil contoh seperti masalah cinta tadi. Cinta yang disebutkan tadi adalah cinta ketika pacaran, alangkah yakinnya dia kalau pacaran tersebut akan mengantarkan mereka kepada jenjang pernikahan. Bahkan, dari kegalauan tadi malah sampai tingkat frustasi dan menyebabkan ia berlaku yang tidak sesuai. Nah, jadinya kacau kan?

Sejatinya, apabila seorang manusia merasakan bila hatinya galau, gundah, gulali (eh, maaf salah gulana yang bener), seharusnya mengadukannya atau istilahnya sharing kepada yang ia percaya bisa mengatasai rasa galau tersebut. kalau bagi yang Muslim khususnya, ketika rasa galau melanda hati, seharusnya dia ingat bahwasanya ia punya naungan untuk mengadukan segala sesuatu. karena, mau masalah itu besar atau kecil, Dia tidak akan pernah bosan untuk melayani- nya. mau kaya kah, atau miskin kah, adalah sama saja di hadapannya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jadi, bagi seorang Muslim hendaknya mengadukan perkara hatinya kepada Sang pemilik hati, bukan kepada facebook atau twitter. Dan selalu mengingatnya dimanapun dan kapanpun ia. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Alaa bidzikrillah tathmainnu al quluub." (dengan mengingat Allah akan menentramkan hati). Dan juga, bila masih kurang efeknya, bacalah al-Quran dan artinya karena itu adalah obat hati yang paling manjur. Nah, selain itu semua ada satu hal lagi untuk mengusir rasa GALAU dari hati dan pikiran , yaitu memikirkan hal-hal yang bermanfaat bagi masa dpan yang akan dihadapi. Kenapa? Karena masih banyak hal yang bermanfaat untuk dipikirkan daripada mendramatisir rasa GALAU tersebut.


Nah, sekarang sudah jelas kan apa yang harus dilakukan kalau ke-GALAU-an melanda hati? Silakan dipraktekkan. Semoga kalian semua berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, wallahu a'lam bish shawaab (hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang lebih tahu tentang kebenaran). Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh