Saturday, February 4, 2012

Kenapa Harus Galau?

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Kalimat yang ingin penulis ucapkan untuk mengawali tiap untai kata yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca yang budiman sekalian, dan tak lain pula adalah do'a keselamatan bagi kalian (khususnya yang beragama Islam saja).

Kita semua mungkin kenal dengan sesuatu yang bernama 'GALAU' kan? Sesuatu yang sepertinya jadi trend setting pada tahun kemarin atau tahun 2011 (jangan-jangan tahun kemarin jadi tahun ter-GALAU hehehe). Coba kita lihat di facebook atau di twitter (kalo penulis lebih sering buka facebook daripada twitter. maklum, masih agak bingung hehehe), banyak banget orang orang yang menulis di statusnya dengan sebuah kalimat "pamungkas" yaitu 'GALAU'.

Kalau dipikir-pikir, kenapa ya kok mereka pada merasakan "demam" kalimat 'GALAU'? jawaban dari pertanyaan barusan banyak banget kalo dibilang, bahkan malah bervariasi. Dari yang putus dari pacarnya lah, jomblo kelamaan lah, nunggu SMS dibales lah, sampe bantal gulingnya dipake sama adiknya mungkin, dan dia ngga bisa tidur sampe paginya (cinta amat ya sama bantal guling, cuma gitu aja sampe ga bisa tidur hehehe). Ya kalau penulis bilang, faktor-faktor yang membuat orang menjadi galau adalah semuanya yang bersifat sepele. Dan juga, yang termakan trend GALAU kebanyakan para remaja yang biasanya masih labil psikologisnya, dan juga masih dalam pencarian jati diri.

gara-gara galau mungkin loncat ke laut kali ya?
Mau tidak mau, harus diakui kalau kebanyakan remaja di negeri tercinta Indonesia, secara tidak langsung adalah generasi muda yang lemah dan manja. Buktinya? ya coba kita perhatikan, dari hal hal yang mereka keluhkan tadi, apakah ada yang sifatnya penting? semuanya hanya bersifat sepele, kita ambil contoh seperti masalah cinta tadi. Cinta yang disebutkan tadi adalah cinta ketika pacaran, alangkah yakinnya dia kalau pacaran tersebut akan mengantarkan mereka kepada jenjang pernikahan. Bahkan, dari kegalauan tadi malah sampai tingkat frustasi dan menyebabkan ia berlaku yang tidak sesuai. Nah, jadinya kacau kan?

Sejatinya, apabila seorang manusia merasakan bila hatinya galau, gundah, gulali (eh, maaf salah gulana yang bener), seharusnya mengadukannya atau istilahnya sharing kepada yang ia percaya bisa mengatasai rasa galau tersebut. kalau bagi yang Muslim khususnya, ketika rasa galau melanda hati, seharusnya dia ingat bahwasanya ia punya naungan untuk mengadukan segala sesuatu. karena, mau masalah itu besar atau kecil, Dia tidak akan pernah bosan untuk melayani- nya. mau kaya kah, atau miskin kah, adalah sama saja di hadapannya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jadi, bagi seorang Muslim hendaknya mengadukan perkara hatinya kepada Sang pemilik hati, bukan kepada facebook atau twitter. Dan selalu mengingatnya dimanapun dan kapanpun ia. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Alaa bidzikrillah tathmainnu al quluub." (dengan mengingat Allah akan menentramkan hati). Dan juga, bila masih kurang efeknya, bacalah al-Quran dan artinya karena itu adalah obat hati yang paling manjur. Nah, selain itu semua ada satu hal lagi untuk mengusir rasa GALAU dari hati dan pikiran , yaitu memikirkan hal-hal yang bermanfaat bagi masa dpan yang akan dihadapi. Kenapa? Karena masih banyak hal yang bermanfaat untuk dipikirkan daripada mendramatisir rasa GALAU tersebut.


Nah, sekarang sudah jelas kan apa yang harus dilakukan kalau ke-GALAU-an melanda hati? Silakan dipraktekkan. Semoga kalian semua berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, wallahu a'lam bish shawaab (hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang lebih tahu tentang kebenaran). Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

No comments: