Bismillah ahad rabbi, kata yang meluncur dari makhluk tiada bertulang. Inilah yang biasa mengiringi jemari memulai tariannya. Kata ini, kata yang takkan bisa lepas dari seorang yang mengaku mempunyai kekasih yang bernama Muhammad SAW, kekasih seluruh alam dan seorang utusan akhir dari semua utusan.
pembaca yang budiman, akhir-akhir ini di bumi pertiwi tercinta kita Indonesia, banyak banget berita- berita yang mengangkat kabar tentang sebuah ormas (organisasi massa) yang bernama FPI (Front Pembela Islam). Sejujurnya kalau penulis sendiri, hanya bisa mengikuti lewat media facebook saja (maklum, masih muda ya sering buka facebook hehehe).
Nah, dari sini kita mau membahas yang aslinya sih sudah sering dibahas di berbagai media massa ataupun jejaring sosial, kalau FPI ditolak di sebagian daerah di Indonesia. Yang jadi pertanyaan sih simple aja dah (maaf kalau bahasanya ada yang gaul) 'Kenapa Sih Nolak FPI?' Memang sih, kalau dilihat dari segi pertanyaan simple banget. Tapi pembaca sekalian, dari pertanyaan yang simple tadi kita juga tidak boleh menjawab pula dengan simple dan enteng, apalagi menjawab seenaknya aja atau terserah kita.
Dalam menjawab pertanyaan di atas tadi, perlu pertimbangan dan dipikirkan dengan otak yang bersih dari kefanatikan kepada golongan. Karena pada dasarnya, pemberitaan di media massa banyak yang ditumpangi oleh kepentingan sebuah golongan, bahkan lebih dari sebuah. Apalagi kalau golongan yang tidak suka pada FPI, bisa-bisa pemberitaan yang disampaikan hanya menampilkan yang buruk, sehingga menimbulkan kesan buruk pada khalayak.
Penulis juga mengamati di media internet, bahwasannya polling suara facebookers lebih memilih Indonesia bebas JIL (Jaringan Islam Liberal/Jaringan Iblis Laknatullah) daripada bebas dari FPI. Karena pada saat ini, yang paling mendominasi di Indonesia masalah pemikiran adalah JIL itu sendiri, atau bisa dikatakan musuh dalam selimut. Tetapi yang jadi pertanyaan, kenapa mereka hanya didiamkan saja?
Sedangkan FPI, sebelum mereka melakukan sebuah tindakan yang dikatakan oleh media sebagai anarkis, mereka mendahuluinya dengan negosiasi dengan pemerintah setempat dan membicarakannya dengan cara yang baik. Tetapi, hal seperti inilah yang luput dari sorotan lensa, dan yang tersorot adalah hanya ketika mereka melakukan perusakan.
Coba para pembaca yang budiman buka situs ini dan baca baik baik, http://muslimdaily.net/opini/opini-17/saya-seorang-kristiani-yang-mendukung-fpi. html. Nah, bukankah sebuah kebodohan yang nyata kalau Indonesia yang notabene komunitas Muslimnya terbesar sedunia, menolak untuk memerangi sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agamanya. Atau mungkin, kebanyakan mendukung kemunkaran tersebut? Na'udzubillah, Wallahu a'lamu bishshawab.
Penulis juga mengamati di media internet, bahwasannya polling suara facebookers lebih memilih Indonesia bebas JIL (Jaringan Islam Liberal/Jaringan Iblis Laknatullah) daripada bebas dari FPI. Karena pada saat ini, yang paling mendominasi di Indonesia masalah pemikiran adalah JIL itu sendiri, atau bisa dikatakan musuh dalam selimut. Tetapi yang jadi pertanyaan, kenapa mereka hanya didiamkan saja?
Sedangkan FPI, sebelum mereka melakukan sebuah tindakan yang dikatakan oleh media sebagai anarkis, mereka mendahuluinya dengan negosiasi dengan pemerintah setempat dan membicarakannya dengan cara yang baik. Tetapi, hal seperti inilah yang luput dari sorotan lensa, dan yang tersorot adalah hanya ketika mereka melakukan perusakan.
Coba para pembaca yang budiman buka situs ini dan baca baik baik, http://muslimdaily.net/opini/opini-17/saya-seorang-kristiani-yang-mendukung-fpi. html. Nah, bukankah sebuah kebodohan yang nyata kalau Indonesia yang notabene komunitas Muslimnya terbesar sedunia, menolak untuk memerangi sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agamanya. Atau mungkin, kebanyakan mendukung kemunkaran tersebut? Na'udzubillah, Wallahu a'lamu bishshawab.

No comments:
Post a Comment